Seantero.id, JAKARTA – Presiden RI, Prabowo Subianto. Mengungkap sempat adanya rencana terkait sejumlah BUMN yang hampir akan dijual ke pihak asing, namun demikian ia mengklaim dengan tegas menolaknya.
Salah satu alasan ditolaknya karena Presiden Prabowo meyakini bahwa perusahaan-perusahaan tersebut akan mampu bersaing ke depannya.
Presiden Prabowo melarang penjualan perusahaan-perusahaan dimaksud dan berkomitmen untuk membangkitkan industri pertahanan agar BUMN dapat bertahan.
Presiden menyinggung nama-nama BUMN yang hampir dijual tersebut di antaranya PT PAL (Persero), PT Pindad (Persero), dan PT Dirgantara Indonesia (Persero) atau PTDI.
“Banyak sekali perusahaan yang seolah tadinya mau dijual, tadinya mau dijual ke asing. Saya larang!” ungkap Prabowo dalam pidatonya yang disiarkan di kanal YouTube Sekretariat Presiden, 10 Juli 2026.
“PT PAL mau dijual, PT Pindad mau dijual, PT DI dibunuh dan mau dijual. Kita bangkitkan! Sekarang kita akan bangkitan semua perusahaan-perusahaan itu,” lanjutnya.
Sosok orang nomor satu di Indonesia saat ini tersebut kemudian menjelaskan beberapa pencapaian dari perusahaan-perusahaan yang dimaksud.
“PT PAL sekarang sudah bisa bikin kapal-kapal perang yang hebat-hebat. PT PAL sekarang sudah bisa bikin kapal selam, PT PAL akan bikin kapal-kapal canggih,” katanya.
Ia juga menyinggung PT Pindad yang saat ini telah mendapat kontrak untuk menyuplai senapan mesin ke Arab Saudi.
Tidak hanya BUMN Pertahanan, presiden juga menyebut ada perusahaan-perusahaan BUMN penerbangan yang juga nyaris dijual ke pihak asing, namun pemerintah di bawah pimpinananya berupaya keras memperbaiki manajemennya menjadi lebih baik lagi.
“Garuda (Indonesia) tadinya mau dijual, bulan depan sudah mulai untung, pelan-pelan kita perbaiki semua kekurangan,” imbuh Presiden Prabowo Subianto dalam pidatonya.(Dd)









