Seantero.id, SOLO – Mantan Presiden RI, Jokowi. Menerima buku karya Rismon Sianipar berjudul ‘Otentikasi Ijazah Joko Widodo: Sebuah Kajian Forensik Digital’. Sebagai pengganti buku sebelumnya ‘Jokowi’s White Paper’ yang ditulis bersama Roy Suryo dan dokter Tifa.
Sebelum buku barunya tersebut diberikan pada Jokowi, Rismon sempat menunjukkan buku tersebut pada para wartawan yang tengah meliput.
Rismon menegaskan bahwa buku ‘Otentikasi Ijazah Joko Widodo’ yang ditulisnya tersebut dibuat sesuai kaidah-kaidah ilmiah bukan berdasarkan afiliasi politik.
“Saya memperbaikinya sesuai dengan kaidah-kaidah ilmiah, bukan tunduk pada afiliasi politik, kebencian, ketidaksesuaian, kesukaan, dan segala macam,” tegas Rismon, di Solo, 17 Juni 2026.
Sosok yang pernah bekerja sama dengan Roy Suryo dan dokter Tifa tersebut mengatakan bahwa ia ingin mengoreksi total isi dari buku terdahulunya, yang meragukan keaslian ijazah mantan Presiden RI ke-7 tersebut, sesuai dengan keahliannya.
“Pertanggungjawaban saya ya kepada publik juga, terutama publik yang memiliki kajian yang relevan dengan kajian saya, yaitu di teknik elektro, di teknik informatika,” tuturnya.
Riamon menjelaskan buku baru yang dibuatnya berisi 800 halaman, memaparkan hasil analisis objektif menggunakan teknologi pencocokan citra digital berbasis neural network dan machine learning.
Rismon turut membandingkan foto usia muda ayah Gibran Rakabuming tersebut di ijazah dengab foto saat menjabat sebagai presiden.
“Di sini juga di bab 10 sudah ada pencocokan citra wajah,” katanya.
Rismon Sianipar mengajak pihak yang meragukan keaslian ijazah Jokowi untuk mengakhiri perdebatan subjektif mengenai fisik Jokowi di masa lalu, menurutnya yang objektif adalah pencocokan citra digital.(Dd)









