1 Orang Meninggal Dunia Akibat Gempa Bumi Magnitudo 6,7 di Palu

Mensesneg Prasetyo Hadi (Instagram: @prasetyo_hadi28)

Seantero.id, Jakarta – Pemerintah turut prihatin atas musibah gempa bumi magnitudo 6,7 yang mengguncang Kota Palu, Sulawesi Tengah, pada 16 Juni 2026 lalu. Yang mengakibatkan kerugian material hingga adanya korban meninggal dunia dalam peristiwa tersebut.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi. Dalam keterangannya mengatakan bahwa pemerintah pusat telah melakukan koordinasi dengan pemerintahan daerah setempat terkait penanganan korban dan dampak gempa bumi magnitudo 6,7 tersebut.

“Kami mohon izin menyampaikan rasa duka cita terhadap adanya kejadian gempa di Palu kemarin, yang ada satu korban meninggal dunia, dan beberapa yang dirawat,” ucap Mensesneg Prasetyo Hadi, di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Bogor, 17 Juni 2026.

Mensesneg memastikan pemerintah terus memantau perkembangan di lapangan pasca kejadian, dan juga berkoordinasi dengan pihak Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dan Kota Palu.

“Kami juga sudah berkoordinasi dengan berbagai pihak dan juga dengan Gubernur Sulawesi Tengah, untuk memastikan seluruh penanganan dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya,” kata Prasetyo.

Pihaknya juga mengimbau masyarakat agar tidak panik namun dapat tetap waspada dengan potensi terjadinya gempa susulan.

Sebelumnya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan adanya satu warga yang meninggal dunia, 25 mengalami luka ringan, dan 13 luka berat akibat gempa bumi cukup besar magnitudo 6,7 yang berpusat sekitar 42 kilometer tenggara Kota Palu, Sulawesi Tengah, 16 Juni 2026 lalu.(Dd)

Share it:

Baca Juga