Seantero.id, PENAJAM – Wakil Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Abdul Waris Muin melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke tiga Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Kecamatan Penajam dan Saloloang, Kamis (4/6/2026) kemarin.
Sidak dilakukan untuk memastikan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan sesuai standar, mulai dari proses penyediaan makanan hingga distribusi kepada para siswa.
Dalam kegiatan tersebut, Abdul Waris Muin didampingi Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Sekretaris Disdikpora PPU, serta Kepala Bagian Perekonomian Setkab PPU.
Sekretaris Disdikpora PPU, Durajat, mengatakan rombongan meninjau dua SPPG di wilayah Penajam dan satu SPPG di Saloloang untuk melihat langsung pelaksanaan program yang menjadi salah satu prioritas pemerintah pusat tersebut.
“Ya, tadi sidak ke dua SPPG di wilayah Penajam dan satu SPPG di Saloloang bersama Pak Wakil Bupati, Asisten II, Kadis Ketahanan Pangan, Kadis Lingkungan Hidup, Sekretaris Disdik, dan Kabag Perekonomian,” ujarnya, Kamis (5/6) kemarin saat dijumpai.
Dari hasil peninjauan, Durajat menyebut secara umum proses distribusi makanan kepada siswa berjalan dengan baik. Namun, terdapat sejumlah catatan yang menjadi perhatian pemerintah daerah agar kualitas layanan terus ditingkatkan.
Menurutnya, Wakil Bupati memberikan arahan agar menu makanan yang disajikan kepada peserta didik dibuat lebih bervariasi sehingga kebutuhan gizi anak dapat terpenuhi dengan lebih optimal.
Selain itu, ketepatan waktu distribusi juga menjadi perhatian agar makanan dapat diterima siswa sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
“Secara umum distribusi cukup baik. Hanya ada beberapa arahan terkait menu agar lebih bervariasi dan jangan sampai terlambat diterima anak-anak,” kata Durajat.
Lanjutnya, rombongan juga mengecek sejumlah fasilitas pendukung yang ada di SPPG, termasuk sistem pengelolaan limbah.
Hasil pemeriksaan menunjukkan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) yang dimiliki SPPG telah berfungsi dengan baik dan memenuhi ketentuan yang berlaku.
“Termasuk soal IPAL, itu sudah aman,” tegasnya.
Sebelumnya, saat meninjau dapur dan proses penyajian makanan di SPPG, Wakil Bupati Abdul Waris Muin menekankan pentingnya menjaga kualitas gizi, kebersihan, serta keamanan pangan dalam pelaksanaan Program MBG.
Wabup juga meminta pihak sekolah dan pengelola SPPG mendata secara rinci siswa yang memiliki alergi terhadap makanan tertentu agar menu yang diberikan dapat disesuaikan.
Menurut Waris, pendataan tersebut penting untuk memastikan seluruh siswa dapat memperoleh manfaat Program Makan Bergizi Gratis tanpa menimbulkan risiko kesehatan.
“Anak-anak yang memiliki alergi makanan tertentu harus dicatat dengan baik. Data ini penting agar makanan yang diberikan tetap aman dikonsumsi dan kebutuhan gizi mereka tetap terpenuhi tanpa menimbulkan gangguan kesehatan,” tukasnya. (Bey)









