Festival Inovasi Desa PPU Jadi Ajang Adu Gagasan dan Produk Unggulan Desa

Pembukaan Festival Inovasi Desa Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). (Ist)

Seantero.id, PENAJAM – Wakil Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Abdul Waris Muin, melepas peserta jalan santai dalam rangkaian Festival Inovasi Desa yang digelar di Halaman Kantor Bupati PPU, Sabtu (30/5/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten PPU dalam mendorong tumbuhnya inovasi dan kreativitas desa sebagai penunjang pembangunan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Abdul Waris Muin mengapresiasi antusiasme peserta yang mengikuti jalan santai sekaligus memeriahkan Festival Inovasi Desa.

“Festival ini diharapkan menjadi momentum untuk terus membangun semangat inovasi di tingkat desa sehingga pembangunan dapat berjalan lebih merata dan berkelanjutan di seluruh wilayah Kabupaten PPU,” ujar Abdul Waris Muin.

Usai melepas peserta, Wakil Bupati meninjau sejumlah tenant yang menampilkan berbagai produk unggulan dan inovasi dari desa-desa di Kabupaten PPU.

Beragam potensi desa dipamerkan dalam kegiatan tersebut, mulai dari produk usaha mikro, hasil pertanian, kerajinan tangan, hingga program-program inovatif yang telah diterapkan oleh pemerintah desa.

Dalam kunjungannya, Abdul Waris berdialog langsung dengan para peserta dan pengelola tenant untuk melihat perkembangan inovasi yang telah dijalankan di masing-masing desa.

Ia menilai festival tersebut menjadi wadah penting bagi desa untuk saling berbagi pengalaman sekaligus memperkenalkan potensi yang dimiliki kepada masyarakat luas.

“Kami ingin inovasi yang lahir dari desa terus berkembang dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Potensi yang dimiliki setiap desa harus terus didorong agar mampu menjadi kekuatan pembangunan daerah,” katanya.

Sementara itu, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Kabupaten PPU, Nicko Herlambang, mengatakan festival tersebut digelar untuk memacu semangat pemerintah desa dan kelurahan agar terus menghadirkan program-program inovatif yang melibatkan masyarakat.

“Festival inovasi ini di dalamnya ada beberapa lomba yang kita adakan, satu lomba kelurahan, yang kedua lomba desa, dan yang ketiga ada lomba produk unggulan serta teknologi tepat guna,” ujar Nicko.

Menurutnya, sejumlah desa di PPU telah menunjukkan berbagai terobosan yang layak menjadi contoh, mulai dari program ketahanan pangan, pengelolaan lingkungan, hingga gerakan kebersihan berbasis masyarakat.

“Kami ingin desa dan kelurahan terus berlomba menghadirkan inovasi yang berdampak langsung kepada masyarakat. Karena dari inovasi-inovasi inilah kualitas pelayanan dan pembangunan desa bisa semakin meningkat,” pungkasnya. (Bey)

Share it:

Baca Juga