Pemkab PPU Matangkan Penataan Kawasan Anjungan Penajam

Rapat koordinasi terkait anjungan Penajam. (Ist)

Seantero.id, PENAJAM – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mulai mematangkan rencana penataan kawasan Anjungan Penajam melalui rapat Tim Koordinasi Percepatan Penataan Kawasan yang dipimpin Wakil Bupati PPU Abdul Waris Muin, Kamis (21/5/2026).

Rapat yang berlangsung di ruang rapat Wakil Bupati PPU itu dihadiri Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Hadi Saputro, sejumlah perangkat daerah, camat, lurah, hingga unsur teknis terkait.

Pembahasan difokuskan pada rencana penataan kawasan pesisir Anjungan Penajam, termasuk relokasi pelabuhan speedboat dan klotok, pendataan warga terdampak, serta identifikasi aktivitas usaha masyarakat di sekitar kawasan tersebut.

Dalam arahannya, Abdul Waris Muin meminta seluruh perangkat daerah segera melakukan tindak lanjut teknis di lapangan, khususnya terkait pendataan masyarakat dan status penguasaan lahan.

“Ini sudah rapat yang kedua. Saya minta semua yang masuk dalam struktur kegiatan ini segera menindaklanjuti. Kita perlu tahu detail kondisi masyarakat di sana seperti apa,” ujar Waris.

Ia menegaskan pendekatan kepada masyarakat harus dilakukan secara persuasif dan mengedepankan komunikasi yang baik melalui camat, lurah, hingga ketua RT setempat.

Menurutnya, pemerintah daerah tidak boleh terburu-buru mengambil kesimpulan sebelum seluruh kondisi dan aspirasi masyarakat dihimpun secara menyeluruh.

“Jangan memaksa. Di masyarakat pasti ada yang setuju dan ada yang belum setuju. Karena itu pendekatannya harus baik, didata dulu mana yang punya sertifikat, mana yang hanya kuitansi, mana yang menempati lahan keluarga atau menumpang,” tegasnya.

Waris menilai pendataan awal menjadi dasar penting sebelum pemerintah menentukan langkah lanjutan dalam proses penataan kawasan.

“Biarkan masyarakat menyampaikan dulu. Setelah itu baru pemerintah menjelaskan dan menunjukkan rencana penanganannya. Yang penting ada titik temu,” katanya.

Dalam rapat tersebut, penataan kawasan Anjungan Penajam disebut sebagai bagian dari upaya pemerintah memperbaiki wajah kawasan pesisir sekaligus mendukung pengembangan fasilitas pelabuhan dan kawasan ekonomi baru di wilayah Penajam.

Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Hadi Saputro mengatakan kawasan pesisir Penajam dan Nenang diharapkan dapat berkembang menjadi kawasan bisnis, permukiman, jasa, dan layanan pelabuhan yang lebih tertata.

“Harapannya, kawasan Penajam dan Nenang ini bisa berkembang menjadi kawasan baru, baik untuk bisnis, permukiman, jasa, maupun layanan pelabuhan,” ujarnya.

Ia juga menyoroti pentingnya perubahan pola penataan kawasan pesisir agar orientasi pembangunan lebih menghadap ke laut sebagai wajah utama kawasan.

“Kalau bisa, wajah kawasan menghadap ke laut agar terlihat lebih baik dan lebih bersih. Ini bagian dari perubahan persepsi dan pola pikir masyarakat pesisir,” katanya.

Selain penataan fisik, pemerintah daerah juga menekankan pentingnya menjaga keberlangsungan aktivitas ekonomi masyarakat yang telah lama berjalan di kawasan tersebut.

Karena itu, perangkat daerah diminta segera memperjelas data jumlah kepala keluarga terdampak, lokasi relokasi, hingga identifikasi pelaku usaha agar proses penataan tidak menghilangkan ruang ekonomi masyarakat.

“Harapannya, proses penataan kawasan Anjungan Penajam dapat berjalan bertahap, terukur, dan tetap mengedepankan komunikasi dengan masyarakat sehingga kawasan pesisir Penajam ke depan menjadi lebih tertata dan produktif,” tutupnya. (Bey)

Share it:

Baca Juga