DPRD Paser Soroti 1.738 Keluhan Pelanggan, Desak Perumdam Tirta Kandilo Berbenah

Perumda Tirta Kandilo, Kabupaten Paser. (Ist)

Seantero.id, PASER – Tingginya jumlah pengaduan masyarakat terhadap layanan air bersih Perumdam Tirta Kandilo mendapat sorotan DPRD Kabupaten Paser. Hingga 2025, tercatat sebanyak 1.738 keluhan pelanggan masuk terkait berbagai persoalan distribusi air bersih.

Keluhan tersebut didominasi masalah air keruh, air tidak mengalir, tekanan air kecil, hingga kebocoran jaringan pipa.

Anggota Komisi I DPRD Paser, Zulfikar Yusliskatin, mempertanyakan keseriusan Perumdam Tirta Kandilo dalam melakukan pembenahan sistem pelayanan air bersih yang dinilai masih berjalan secara konvensional.

“Terkait persoalan yang ada masalah air macet dan sebagainya, apakah kita tidak mampu melakukan modernisasi sistem pengembangan air,” ujar Zulfikar saat rapat kerja gabungan komisi terkait pelayanan air bersih, Senin (18/5) lalu.

Ia menilai pengelolaan layanan air bersih di Kabupaten Tabalong dapat menjadi contoh karena sudah menerapkan teknologi modern dalam mendeteksi kebocoran pipa.

Menurutnya, sistem tersebut memungkinkan pengawasan jaringan dilakukan secara cepat melalui perangkat berbasis telepon seluler.

“Saat saya melakukan kunjungan ke sana (Tabalong) saya pertanyakan cara mengetahui kebocoran pipa dengan cepat. Mereka sudah mengontrol lewat ponsel. Jadi ada modernisasi sistem yang mereka lakukan,” katanya.

Zulfikar menilai keuntungan perusahaan daerah semestinya dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, termasuk mempercepat penanganan gangguan distribusi air.

Ia juga menyoroti pola penanganan kebocoran pipa yang masih dilakukan secara manual sehingga proses perbaikan kerap memakan waktu lama.

“Kalau terus menggunakan pola seperti itu sampai menunggu berminggu-minggu, pertemuan ini akan terus berulang dan persoalannya tidak selesai,” tuturnya.

Data Perumdam Tirta Kandilo mencatat dari total 1.738 pengaduan pelanggan, sebanyak 837 laporan terkait air keruh, air berwarna, dan kebocoran pipa.

Kemudian 485 laporan mengenai air mati dan tekanan kecil, 228 laporan tagihan tidak sesuai, serta 188 laporan terkait kerusakan stop kran dan meteran pelanggan.

Direktur Perumdam Tirta Kandilo, Suryanto Agustono, mengakui masih terdapat sejumlah kendala dalam pelayanan air bersih, mulai dari keterbatasan debit air baku, kondisi jaringan pipa yang sudah tua, hingga tingginya tingkat kehilangan air atau non revenue water (NRW).

Sepanjang 2025, tingkat kehilangan air tercatat mencapai 31 persen dari total distribusi air sebesar 13.399.332,19 meter kubik.

Meski demikian, pihaknya mengklaim seluruh pengaduan pelanggan telah ditangani dengan tingkat penyelesaian mencapai 100 persen.

Suryanto mengatakan Perumdam Tirta Kandilo telah menyiapkan sejumlah langkah pembenahan dalam enam bulan ke depan, di antaranya rehabilitasi jaringan perpipaan, penurunan angka kehilangan air, serta peningkatan respons terhadap pengaduan masyarakat.

“Fokus kami rehabilitasi jaringan, penurunan NRW atau kehilangan air, dan peningkatan respons pengaduan. Kami juga berkomitmen menyampaikan capaian progres secara transparan kepada DPRD dan pemerintah daerah,” tutupnya. (Bey)

Share it:

Baca Juga