Seantero.id, PENAJAM – Dinas Pertanian Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) memperketat pengawasan kesehatan hewan kurban menjelang Hari Raya Iduladha 2026. Pengawasan dilakukan di 46 titik penjualan hewan kurban yang tersebar di seluruh wilayah Benuo Taka.
Kepala Dinas Pertanian PPU, Rozihan Asward mengatakan langkah tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh hewan kurban yang diperjualbelikan dalam kondisi sehat dan layak.
“Tahun ini terdapat 46 titik penjualan hewan kurban yang kami lakukan pengawasan secara ketat, termasuk pemeriksaan kesehatan ternak,” ujar Rozihan, Senin (18/5).
Dinas Pertanian PPU mencatat jumlah hewan kurban yang beredar tahun ini mencapai 1.001 ekor sapi, 181 ekor kambing, dan 50 ekor domba. Sementara untuk kerbau tidak diperjualbelikan di wilayah PPU.
Menurut Rozihan, meningkatnya lalu lintas ternak dari luar daerah membuat pemerintah daerah meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyebaran penyakit hewan menular.
Pemeriksaan dilakukan secara berkala, mulai dari pengecekan kondisi fisik hewan, kebersihan kandang sementara, kelengkapan dokumen asal ternak, hingga pengambilan sampel darah terhadap hewan yang masuk dari luar daerah.
“Untuk hewan dari luar daerah tetap dilakukan pemeriksaan sampel darah demi memastikan kesehatan dan kelayakannya,” katanya.
Selain pengawasan penjualan hewan kurban, Dinas Pertanian PPU juga menerima bantuan sapi kurban Presiden Republik Indonesia berbobot 950 kilogram yang disalurkan ke Masjid Al Istiqomah RT 07, Labangka Barat.
Rozihan memastikan sapi bantuan presiden tersebut dalam kondisi sehat dan berada di bawah pengawasan petugas hingga proses penyembelihan nantinya.
“Ada hewan kurban dari Presiden dengan berat 950 kilogram yang didistribusikan di Labangka Barat, tepatnya di Masjid Al Istiqomah RT 07,” jelasnya.
Ia menambahkan pengawasan ketat dilakukan untuk memastikan seluruh proses distribusi hingga penyembelihan berjalan aman dan sesuai standar kesehatan hewan.
“Kami akan memastikan seluruh proses distribusi dilakukan dengan pengawasan ketat agar kondisi hewan tetap sehat hingga proses penyembelihan nanti,” pungkas Rozihan. (Bey)









