DPMD PPU Gandeng UGM Bentuk Sekolah Inovasi Desa, Seluruh Desa Wajib Ikut

Ilustrasi sekolah inovasi desa. (Ist)

Seantero.id, PENAJAM – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) tengah mematangkan program Sekolah Inovasi Desa sebagai upaya memperkuat tata kelola pemerintahan desa sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di wilayah perdesaan.

Program tersebut mendapat dukungan penuh dari Bupati PPU, Mudyat Noor dan diproyeksikan menjadi langkah strategis dalam menciptakan desa yang lebih inovatif, mandiri, serta mampu bersaing menghadapi tantangan global.

Kepala DPMD PPU, Tita Deritayati mengatakan, pihaknya menjalin kerja sama dengan Universitas Gadjah Mada untuk mendukung penguatan kapasitas generasi muda desa melalui program tersebut.

Menurutnya, kolaborasi dengan perguruan tinggi dilakukan agar pengembangan SDM desa dapat berjalan lebih terarah dan memiliki daya saing.

“Salah satu agenda utama dalam program ini adalah penyelenggaraan Gelar Eksplor Inovasi Desa. Kegiatan tersebut direncanakan berlangsung pada bulan ini dengan menggandeng Bank Kaltimtara sebagai mitra kolaborasi,” ujar Tita Deritayati, Jumat (15/5).

Ia menjelaskan, seluruh desa di Kabupaten PPU yang berjumlah 30 desa diwajibkan mengikuti program Sekolah Inovasi Desa tersebut. Langkah itu dilakukan agar setiap desa memiliki kesempatan yang sama dalam mengembangkan inovasi serta mempercepat pembangunan wilayah masing-masing.

Selain mendorong kreativitas aparatur desa dan masyarakat, program tersebut juga diarahkan untuk menciptakan pola pembangunan desa yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman.

Tita menambahkan, program Sekolah Inovasi Desa dijalankan tanpa menggunakan alokasi anggaran khusus. Meski demikian, DPMD PPU tetap berupaya menghadirkan program yang mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat perdesaan.

“Ini merupakan bentuk komitmen dan inovasi kami dalam menghadirkan program yang bermanfaat bagi masyarakat perdesaan,” pungkasnya. (Bey)

Share it:

Baca Juga