Seantero.id, KALBAR – Helikopter PK-CFX milik PT Matthew Air yang sempat hilang kontak hingga akhirnya ditemukan jatuh di wilayah Nanga Taman, Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat (Kalbar), 16 April 2026.
Dalam peristiwa jatuhnya helikopter PK-CFX di Sekadau tersebut tercatat ada delapan korban meninggal dunia di dalamnya.
Evakuasi seluruh korban jatuhnya helikopter tersebut berjalan dramatis mulai Kamis hingga Jumat pagi, 7 April 2026.
Lima korban berhasil dievakuasi pada hari Kamis, dan 3 korban lainnya baru dapat dievakuasi pada Jumat pagi, mengingat medan yang cukup berat.
Kasat Reskrim Polres Sekadau, Iptu Zainal Abidin. Dalam keterangannya mengatakan proses evakuasi menghadapi kendala karena kondisi medan yang sulit terjangkau, berada di area terjal dan 3 korban terakhir yang ditemukan dalam keadaan terjepit.
Pihak PMI Kalbar menginformasikan bahwa upaya evakuasi dilakukan Tim SAR Gabungan Basarnas, TNI, Polri, dan BPBD.
Setelah dibawa dengan mobil ambulans, jenazah korban kemudian dibawa dengan menggunakan helikopter ke Pontianak.
“Tim SAR Gabungan berhasil mengevakuasi dari 3 bukit menuju lokasi evakuasi ambulans. Seluruh korban langsung diberangkatkan ke pontianak untuk penanganan lebih lanjut,” ungkap pihak PMI Kalbar, 17 April 2026.
Adapun 8 orang yang menjadi korban dari jatuhnya helikopter tersebut, terdiri kru dan penumpang di antaranya:
1. Marindra / Lk (Pilot)
2. Harun Arasyid / Lk (Co Pilot)
3. Patrick K
4. Victor T
5. Charles L
6. Joko C
7. Fauzie O
8. Sugito
Saat proses pencarian, serpihan Helikoter PK-CFX yang hilang kontak hingga terjatuh menewaskan 8 orang di dalamnya tersebut, mulai terlihat di kawasan hutan Dusun Hulu Peniti.(Dd)









