Seantero.id, JAKARTA – Polda Metro Jaya mengungkapkan bahwa pihaknya memberikan jaminan keamanan dalam pengawalan aksi unjuk rasa yang disampaikan elemen mahasiswa pada 12 Juni 2026, di Jakarta.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto. Dalam keterangannya mengatakan bahwa pihak Polri bekerja sama dengan TNI melakukan upaya pengamanan saat aksi unjuk rasa di Jakarta tersebut digelar.
Untuk mengamankan aksi unjuk rasa di sejumlah titik di wilayah Jakarta tersebut, Polri dan TNI menyiapkan total 6.088 personel gabungan. Terdiri 500 personel TNI, 1000 personel Korbrimob, 209 personel BKO Kor Sabhara, 3.802 personel Polda Metro Jaya, dan 586 personel Polres Metro Jakarta Pusat.
Pengamanan dari personel gabungan tersebut difokuskan di empat titik wilayah yakni seputaran gedung DPR/MPR RI, Bundaran HI, Patung Kuda, dan kawasan Cikini Raya.
Budi Hermanto memastikan dalam pengamanan tersebut para personel gabungan tidak membawa senjata api, hal tersebut merupakan intruksi dari Kapolda Metro Jaya.
Pihaknya menegaskan pelayanan pengamanan terhadap massa aksi dilakukan secara humanis dan persuasif.
“Bapak Kapolda menekankan bahwa petugas yang melaksanakan pelayanan pengamanan harus sabar, humanis, dan tidak terprovokasi,” jelasnya.
Meskipun dilarang membawa senjata api, pihaknya tetap menyiagakan Satgas Penegakan Hukum (Gakkum), dalam rangka mengantisipasi adanya kelompok tertentu yang mencoba memprovokasi atau menungganggi aksi tersebut.
Budi mengingatkan agar para mahasiswa dapat waspada terhadap potensi masuknya provokator saat aksi demonstrasi digelar di lapangan.
“Kami mengingatkan adik-adik mahasiswa untuk memperhatikan sekitar. Jangan ada kelompok lain yang memprovokasi,” ujar Budi.
Kabid Humas Polda Metro Jaya tersebut menegaskan bahwa jika ditemukan adanya oknum dalam unjuk rasa tersebut yang membawa barang yang membahayakan, atau berniat mengganggu ketertiban umum, Satgas Gakkum akan melakukan tindakan tegas.(Dd)









