Seantero.id, PENAJAM – Kehadiran Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) di Kecamatan Babulu, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), diperkirakan mendapat animo tinggi dari masyarakat.
Pemerintah Kabupaten PPU memperkirakan sekitar 5.000 calon siswa berpotensi mengikuti seleksi untuk mendapatkan kursi di sekolah tersebut.
Jumlah calon peserta yang diprediksi mencapai ribuan orang itu menjadi salah satu perhatian pemerintah daerah, mengingat kapasitas SNT nantinya tidak akan mampu menampung seluruh pendaftar.
Bupati PPU Mudyat Noor mengatakan, meski SNT diperuntukkan bagi anak-anak daerah, calon peserta didik tetap harus mengikuti proses seleksi. Hal tersebut berkaitan dengan konsep pendidikan yang diterapkan di SNT yang mengacu pada standar internasional.
“Memang siswanya dari Penajam, tetapi tetap harus melalui tes karena standarnya memang internasional,” ujar Mudyat, Jumat (14/8/2026).
Menurut Mudyat, tingginya potensi jumlah peserta seleksi menunjukkan kebutuhan masyarakat terhadap akses pendidikan berkualitas di PPU cukup besar. Karena itu, pemerintah daerah ingin keberadaan SNT tidak hanya dipandang sebagai pembangunan sekolah baru, tetapi sebagai bagian dari investasi sumber daya manusia.
Sekolah tersebut nantinya diperuntukkan bagi jenjang SMP. Pemerintah berharap lulusan SNT memiliki kemampuan akademik sekaligus karakter dan keterampilan yang dapat menjadi bekal menghadapi perkembangan dunia kerja.
Terlebih, posisi PPU sebagai salah satu daerah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN) membuat kebutuhan terhadap sumber daya manusia yang kompetitif semakin besar.
“Ini bagian dari upaya kita menyiapkan SDM yang unggul, maju, dan mampu bersaing di masa depan, khususnya dalam menghadapi dinamika pembangunan kawasan penyangga IKN,” kata Mudyat.
Di sisi lain, pembangunan fisik SNT saat ini juga mulai mendekati tahap pelaksanaan. Pemkab PPU telah menyelesaikan penandatanganan Berita Acara Serah Terima (BAST) bersama pemerintah pusat.
Pembangunan gedung sekolah tersebut diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp250 miliar dan ditargetkan mulai dikerjakan pada November 2026.
“Kalau sesuai informasi dari Kementerian, pelaksanaan fisiknya direncanakan mulai November. Kita harapkan seluruh prosesnya berjalan lancar,” jelasnya.
Program SNT ini juga menjadi kesempatan yang relatif terbatas di Kalimantan Timur. PPU bersama Kabupaten Mahakam Ulu menjadi dua daerah di provinsi tersebut yang mendapatkan undangan untuk mengikuti program pembangunan SNT.
Dengan nilai investasi yang cukup besar, pemerintah daerah berharap fasilitas yang dibangun nantinya sejalan dengan kualitas pendidikan yang diberikan. Tidak hanya mengejar prestasi akademik, tetapi juga membentuk peserta didik yang memiliki karakter, keterampilan dan kemampuan beradaptasi.
Pemkab PPU masih akan melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat terkait berbagai persiapan lanjutan, termasuk mekanisme penerimaan peserta didik dan kesiapan penyelenggaraan pendidikan.
“Harapannya generasi muda PPU dapat memperoleh pendidikan berkualitas sekaligus menjadi bekal menghadapi persaingan yang semakin luas,” tukasnya. (Bey)









