405 Keluarga di PPU Terima BLT Kemiskinan Daerah, Masing-Masing Rp1,62 Juta

Penyerahan bantuan BLT Kesmiskinan di PPU. (Ist)

Seantero.id, PENAJAM – Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Mudyat Noor, akhirnya menyerahkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Kemiskinan Daerah Tahun 2026 kepada masyarakat penerima manfaat di Kantor Bankaltimtara Cabang Penajam, baru-baru ini.

Mudyat menyampaikan bahwa program BLT Kemiskinan Daerah merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mendukung kebijakan nasional terkait percepatan pengentasan kemiskinan dan penghapusan kemiskinan ekstrem.

“Pemerintah Daerah terus berupaya menjalankan berbagai strategi penanggulangan kemiskinan, baik melalui pengurangan beban pengeluaran masyarakat, peningkatan pendapatan masyarakat maupun penurunan kantong-kantong kemiskinan,” ujar Mudyat, Selasa (9/6).

Ia menjelaskan, sejak 2023 Pemkab PPU melalui Dinas Sosial telah melaksanakan berbagai program bantuan sosial, mulai dari BLT Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (PPKE), BLT Kemiskinan Daerah, bantuan permakanan bagi masyarakat terlantar, hingga bantuan alat bantu bagi penyandang disabilitas.

Untuk tahun 2026, pemerintah daerah kembali menyalurkan BLT Kemiskinan Daerah kepada warga miskin dan rentan miskin yang belum menerima bantuan sosial dari Kementerian Sosial Republik Indonesia maupun BLT Dana Desa.

Sebanyak 405 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) menerima bantuan sebesar Rp270 ribu per bulan. Pada tahap pertama, bantuan disalurkan sekaligus untuk periode Januari hingga Juni 2026, sehingga setiap penerima memperoleh total Rp1.620.000.

“Melalui bantuan ini diharapkan masyarakat dapat terbantu memenuhi kebutuhan pokoknya dan lebih fokus meningkatkan taraf hidup sehingga dapat terhindar dari kemiskinan ekstrem,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten PPU, Ainie, menjelaskan bahwa program tersebut merupakan bagian dari strategi pemerintah dalam mengurangi beban pengeluaran masyarakat sebagaimana arahan Presiden Republik Indonesia.

Menurut Ainie, awalnya terdapat 743 usulan calon penerima yang diajukan oleh desa dan kelurahan se-Kabupaten PPU. Seluruh usulan kemudian diverifikasi dan dievaluasi ulang menggunakan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Dari hasil proses tersebut, ditetapkan sebanyak 407 KPM sebagai penerima bantuan.

“Namun setelah penetapan terdapat dua KPM meninggal dunia dengan KK tunggal, sehingga jumlah penerima yang disalurkan menjadi 405 KPM,” jelasnya.

Ia merinci, penerima bantuan tersebar di empat kecamatan, yakni Kecamatan Penajam sebanyak 274 KPM, Kecamatan Waru 36 KPM, Kecamatan Sepaku 54 KPM, dan Kecamatan Babulu 41 KPM.

Ainie juga menyebutkan bahwa 191 KPM telah memiliki rekening Bankaltimtara. Sementara itu, sebanyak 214 KPM lainnya dibuatkan rekening baru secara serentak melalui kantor cabang dan kantor cabang pembantu Bankaltimtara yang tersebar di empat kecamatan.

Di sisi lain, upaya penanggulangan kemiskinan yang dilakukan Pemkab PPU menunjukkan hasil positif. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), angka kemiskinan di Kabupaten PPU terus mengalami penurunan dalam tiga tahun terakhir.

Pada 2023, angka kemiskinan tercatat sebesar 6,97 persen atau sekitar 11.190 jiwa. Angka tersebut turun menjadi 6,69 persen pada 2024 dan kembali menurun menjadi 5,78 persen atau sekitar 9.340 jiwa pada 2025.

“Penurunan tersebut menjadi indikator bahwa berbagai program intervensi sosial yang dijalankan pemerintah daerah mulai memberikan dampak terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pengurangan jumlah warga miskin di Kabupaten PPU,” tutupnya. (Bey)

Share it:

Baca Juga