Seantero.id, JAKARTA – Judi online (judol) menjadi ancaman serius bagi bangsa Indonesia saat ini, praktik tersebut kini tidak hanya banyak dikonsumsi oleh orang dewasa namun juga telah merambah ratusan ribu anak-anak di Tanah Air. Kondisi memprihatinkan tersebut menjadi sorotan berbagai pihak termasuk Ketua DPR RI Puan Maharani.
Dalam tanggapannya yang disampaikan pada wartawan, 22 Mei 2026. Ketua DPR RI Puan Maharani mengatakan bahwa judol saat ini menjadi ancaman nyata terhadap masa depan bangsa, dan harus direspons sebagai kondisi darurat nasional.
“Fenomena judi online di Indonesia saat ini memasuki fase yang jauh lebih mengkhawatirkan,” ungkap Puan Maharani.
“Jika sebelumnya praktik ini identik dengan orang dewasa, kini anak-anak menjadi korban paling rentan,” lanjutnya.
Menurutnya angka fantastis ratusan ribu anak di Indonesia yang terpapar praktik tersebut menjadi tamparan keras sekaligus alarm sosial atas rapuhnya proteksi anak di ruang siber.
Ia melihat kemudahan akses dan iklan digital yang menyusup ke ruang bermain anak menjadi penyebab utama.
“Negara memang telah melakukan pemblokiran ribuan situs, namun fakta bahwa anak-anak tetap dapat mengakses judi online menunjukkan bahwa pendekatan penindakan semata tidak cukup. Ini adalah alarm sosial yang menunjukkan adanya krisis perlindungan anak di ruang digital,” tuturnya.
Ketua DPR RI tersebut menerangkan, dalam jangka panjang, fenomena tersebut berpotensi melahirkan generasi yang rapuh secara mental dan mudah terjebak pada prilaku adiktif. Puan menegaskan negara tidak bisa diam, harus ada intervensi nyata untuk mengatasinya.
“Dan negara tidak bisa diam saja, harus ada intervensi nyara untuk mengatasinya,” tegasnya.
Diketahui, data mengejutkan yang dirilis pihak Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), menjabarkan bahwa hampir 200 ribu anak Indonesia telah terpapar judi online (judol), sekitar 40 persen atau 80 ribu anak di antaranya berusia di bawah 10 tahun.(Dd)









