13 Ketua DPC PSI Semarang Mundur, Ahmad Ali: Itu Hanya Riak Internal yang Sedang “Digoreng”

Ketua Harian DPP PSI Ahmad Ali (psi.id)

Seantero.id, JAKARTA – Dinamika politik di Jawa Tengah mendadak jadi sorotan setelah 13 pengurus tingkat kecamatan atau DPC PSI Semarang menyatakan mundur secara massal. Langkah ini memicu spekulasi mengenai stabilitas partai di wilayah yang dikenal sebagai basis massa kuat tersebut. Menanggapi kabar tersebut, Wakil Ketua Umum DPP PSI, Ahmad Ali, angkat bicara untuk meluruskan situasi agar tidak berkembang menjadi bola liar.

Menurut Ali, fenomena mundurnya sejumlah kader di daerah merupakan hal lumrah dalam sebuah organisasi politik yang sedang berkembang pesat. Ia menilai ada pihak-pihak tertentu yang sengaja memanfaatkan momentum ini untuk menyudutkan partai.

“Memang jadi sesuatu, karena ketika PSI mencoba menginvasi Jawa Tengah sebagai Kandang Gajah baru, pasti ketika ada riak (internal), akan digoreng-goreng. Tapi bagi internal DPP itu bukan suatu hal yang merisaukan karena sebagai partai baru pasti akan terjadi,” ujar Ali kepada wartawan di Jakarta pada Sabtu (28/2/2026).

Ali menjelaskan bahwa salah satu pemicu gesekan ini adalah sistem rekrutmen pimpinan daerah yang tidak menggunakan mekanisme pemungutan suara langsung, melainkan melalui penunjukan berdasarkan kriteria tertentu. “Apalagi PSI ini kan salah satu partai yang mencoba memilih tidak melakukan pemilihan secara langsung ketua DPD dan DPW, tapi lebih pada penunjukan dengan seleksi ketat,” jelasnya lebih lanjut.

Pihak DPP menegaskan bahwa integritas organisasi jauh lebih penting daripada kepentingan personal. Penentuan nahkoda di tingkat daerah tetap merujuk pada evaluasi pusat dengan mempertimbangkan masukan dari arus bawah.

“Pada sisi itu, tentu semua kewenangan ada di tingkat DPP, dengan mendengarkan aspirasi atau usulan daripada DPD dan DPW. Peristiwa terjadi di Semarang kemarin hanya persoalan internal. Sebenarnya ketika ada kedewasaan dalam berorganisasi, hal ini tidak perlu terjadi,” kata Ali.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa partai harus tetap tegak lurus pada aturan main dan tidak boleh tersandera oleh keinginan individu tertentu. “Tentunya kan ini tidak membuat organisasi sehat. Partai tidak boleh tunduk pada orang, kader. Partai tidak boleh tunduk pada orang per orang. Sehingga kemudian kami tetap mempertahankan itu dan mendengar aspirasi dan itu hanya terjadi gejolak di oknum yang kebetulan dipercaya jadi Ketua DPC,” ucap Ali dengan nada tegas.

Situasi di DPC PSI Semarang kini diklaim mulai kondusif. Ali menyatakan bahwa banyak kader yang sebelumnya terbawa emosi kini telah memahami kebijakan partai setelah mendapatkan penjelasan mendalam. “Beberapa dari mereka sudah kembali, setelah diberi penjelasan dan mereka memahami semua itu. Dan gejolak itu insyaallah sudah tidak lagi menjadi hal,” pungkas dia. (Sen)

Share it:

Baca Juga