Seantero.id, Penajam – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) melalui Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan (KUKMPERINDAG) terus mendorong percepatan pembangunan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih. Hingga saat ini, sebanyak 12 gerai Kopdes telah memasuki tahap pembangunan, sementara 11 gerai lainnya direncanakan menyusul pada tahap kedua.
Kepala Dinas KUKMPERINDAG PPU, Margono, menyebutkan bahwa pembangunan gerai Kopdes tersebar di sejumlah wilayah, salah satunya berada di Giri Mukti, Kecamatan Penajam.
“Kopdes ini yang saat ini sedang tahap pembangunan ada 12. 12 gerai. Mungkin yang nanti di show di tahap kedua itu ada 11 gerai,” ujarnya, Senin (12/1).
Menurut Margono, konsep usaha Kopdes Merah Putih akan disesuaikan dengan potensi yang dimiliki masing-masing desa. Tidak ada satu jenis usaha yang diseragamkan, melainkan dikembangkan berdasarkan karakteristik wilayah.
“Nanti kan tergantung, nanti kalau yang memang desanya desa yang pesisir mungkin potensi perikanan ya bisnisnya mengarah ke sana. Desa yang potensinya mungkin pertanian, ya pertanian,” jelasnya.
Ia menambahkan, setiap gerai Kopdes tidak hanya menjalankan satu jenis usaha. Dalam satu gerai, dimungkinkan untuk mengembangkan berbagai unit bisnis sekaligus, termasuk sektor ritel, sesuai kebutuhan dan peluang di desa tersebut.
“Macam-macam. Semua kan itu gerainya gede ya, dan enggak hanya satu bisnis saja, bisa banyak bisnis dijalankan dalam satu gerainya,” katanya.
Untuk luasan lahan, Margono menjelaskan bahwa rata-rata setiap Kopdes dibangun di atas lahan sekitar 1.000 meter persegi. Dari luasan tersebut, sekitar 600 meter persegi dialokasikan untuk bangunan utama, sementara sisanya digunakan untuk fasilitas penunjang.
“Luas lahannya itu 1.000 m² setiap kira-kira. Yang 600-nya itu direncanakan untuk bangunannya. Yang sisanya untuk fasilitas penunjang, kayak parkir dan lain-lain,” ungkapnya.
Dari sisi penguatan kapasitas pengelola, Margono memastikan dukungan pelatihan manajemen tidak hanya berasal dari pemerintah daerah, tetapi juga melibatkan pemerintah pusat dan provinsi.
“Semua itu punya ini, semua support dari pusat, juga dari Kementerian Koperasi, dari provinsi juga ada programnya,” terangnya.
Ia menambahkan bahwa sejumlah pelatihan telah berjalan sejak tahun sebelumnya, termasuk pembinaan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.
“Sudah ada beberapa kegiatan pelatihan yang sudah dijalankan di tahun 2020,” tambahnya.
Disinggung mengenai evaluasi, Margono mengakui bahwa proses pembentukan Kopdes Merah Putih di PPU sempat dilakukan secara cepat karena keterbatasan waktu. Hal tersebut menyebabkan adanya beberapa aspek administratif yang perlu diperbaiki.
“Karena kemarin itu pembentukannya boleh dibilang buru-buru. Karena di deadline waktu gitu sehingga ada beberapa yang miss,” jelasnya.
Beberapa kekurangan tersebut, lanjut Margono, kini tengah dibenahi dengan pendampingan dari berbagai pihak. Sementara itu, Satgas Percepatan Pembangunan Gerai Kopdes Merah Putih yang sempat melakukan kunjungan ke PPU memberikan apresiasi terhadap progres yang telah dicapai.
“Mereka apresiasi sih, ya. Karena pertama pembentukan koperasi di PPU sudah 100% yang Kopdes Merah Putih-nya,” kata Margono.
Terakhir, sebagai catatan, sinergi lintas perangkat daerah juga menjadi perhatian Satgas, termasuk pemanfaatan aset daerah untuk mendukung pembangunan gerai.
“Pak Sekda sudah mengarahkan ke kami ke Badan Keuangan dan Aset untuk sekiranya aset-aset yang berada di kelurahan yang memungkinkan bisa digunakan sebagai gerai,” tutupnya. (Bey)









